jump to navigation

Waktu itu ….. Februari 17, 2009

Posted by nisafitri in Uncategorized.
25 comments

Ternyata waktu 1 menit pun begitu berharga. Hal itu sangat saya rasakan setiap saya melakukan perjalanan dari rumah ke tempat saya bekerja, terutama waktu mau menyeberang di feri. Bagaimana tidak, terlambat 1 menit saja akan berakibat saya harus menunggu sampai 20 menit lagi untuk bisa berangkat.

Kemarin saya sudah berusaha berangkat dari rumah lebih cepat dari biasanya. tak disangka, setelah saya menempuh perjalanan hampir 10 menit, tas saya ketinggalan di rumah. Saya sempat bingung mau pulang kembali atau meneruskan perjalanan. Namun, akhirnya mau tidak mau saya harus kembali, bukan apa-apa, uang di kantong cuma ada seribu rupiah. Dan saya tidak yakin saya bisa sampai ke tujuan dengan uang segitu.

Dalam perjalanan kembali, saya yang tadinya hati-hati dalam mengendarai motor mau tidak mau harus mengabaikan ‘hati-hati’ tersebut. Saya sudah tidak terlalu peduli dengan ‘keselamatan’ saya, yang saya inginkan hanya bisa cepat sampai dan tidak terlambat masuk kantor.

Tuhan ternyata Maha Adil dan Maha Tahu kesulitan hambaNya. Setelah tidak henti-hentinya berdoa dalam perjalanan, perjalanan saya ternyata dimudahkan. begitu sampai feri penyebrangan, saya adalah orang terakhir yang bisa naik ke sana. Dan itu artinya, waktu 20 menit yang mungkin akan menunda kedatangan saya di kantor, tidak akan saya alami. Alhamdulilah, saya bisa sampai kantor dengan selamat dan tepat waktu.

Hari ini, saya kembali berusaha berangkat lebih pagi agar bisa datang lebih cepat dari kemarin. Tapi pagi ini ternyata tidak sama seperti kemarin. Ketika sampai di feri, kapalnya sudah berangkat dan saya pun harus menunggu. Tapi untunglah, karena saya tadi pagi memutuskan berangkat lebih awal, saya tidak terlambat sampai kantor. Alhamdulillah lagi.

Saya akhirnya bisa sadar, waktu walaupun sedetik, semenit begitu berarti. Pantas saja ada orang yang ‘marah-marah’ kalau ada yang terlambat datang dalam suatu pertemuan atau janji. Waktu sedetik dan semenit itu begitu menentukan ‘hidup’ seseorang.

Akhirnya Februari 11, 2009

Posted by nisafitri in Uncategorized.
11 comments

Alhamdulillah, akhirnya saya bisa posting lagi setelah sekian lama vakum tidak memposting sama sekali. Jangankan posting, mengunjungi blog saya pun saya tidak sempat. Untuk teman-teman yang sempat komen dan belum saya balas komennya atau saya kunjungi blognya saya minta maaf.

Mudah-mudahan setelah ini saya bisa seperti dulu jalan, “jalan-jalan” ke blog teman-teman dan memberi atau mebalas komen yang ada

??????? Januari 2, 2009

Posted by nisafitri in puisi.
24 comments

Bukan maksud…

Betapa ingin seperti dulu

berkumpul dan berbagi

bercerita dan kemudian tertawa

Sudah puluhan malam berlalu

tapi kita tetap tak pernah bisa bertemu…

Sudah puluhan siang terlewati

tapi tetap tak bisa menyatukan hati

seperti dulu lagi….

*maafkan saya*

Tolong Saya….. Desember 1, 2008

Posted by nisafitri in curhat.
Tags: ,
25 comments

Bagaimana caranya mendapatkan mood untuk posting?????

Pertanyaan ini kadang timbul tiap saya punya keinginan untuk posting tapi mood untuk menulis sama sekali tidak ada.

Saya pernah mencoba untuk ‘memaksakan’ diri menulis, yang terjadi selanjutnya adalah saya ‘benci’ sendiri membaca tulisan saya yang tidak jelas. Akhirnya saya log out dan tidak jadi posting.

Saya mempunyai keinginan yang kuat untuk mempunyai blog yang ‘bagus’ seperti blog teman-teman. Tapi sampai sekarang, keinginan itu tidak penah terwujud. Saat ini yang bisa saya posting cuma sekedar ‘diary’ saja.

Haruskah saya menyerah karena sampai sekarang saya masih belum bisa mencapai keinginan saya?????

Siapa Bisa Menduga November 27, 2008

Posted by nisafitri in Uncategorized.
Tags: ,
14 comments

Kemarin sore saya baru saja mendengar berita duka dari keluarga di kampung. Uwa yang merupakan kakak lelaki ibu saya meninggal dunia. Keterkejutan mendera hati saya, bagaimana tidak, dua minggu yang lalu saat saya pulang kampung beliau masih baik-baik saja. Bahkan beliau lah yang turut andil dalam suatu ‘urusan’ yang berart dalam hidup saya.

Saat itu, beliau sehat wal afiat, begitu gagah dan tidak terlihat sakit. Memang, beberapa hari kemudian saya sempat mendengar beliau jatuh sakit, tapi pas saya pulang kampung minggu kemarin, katanya beliau sudah sembuh.

Siapa yang bisa menduga umur manusia. Seseorang yang tadinya terlihat sehat saat ini, bukan tidak mungkin tidak akan pernah kita temui lagi beberapa waktu kemudian. Sebuah kejutan dari Yang Maha Segalanya.

Saya juga masih ingat waktu ‘abah’ tercinta meninggalkan kami beberapa tahun yang lalu. Cuma dalam hitungan hari beliau sakit, kemudian meninggalkan kami untuk selama-lamanya.

Waktu itu, sore setelah siang harinya saya seminar hasil penelitian, saya masih sempat sms-an dengan abah, bahkan sedikit berkeluh kesah tentang hasil seminar itu, yang dihadiahi dosen dengan beberapa perbaikan yang harus saya selesaikan sebelum sidang tugas akhir. “Sabar dan tawakkal,semoga berhasil, hadapi dengan usaha dan doa”, itu sms terakhir yang saya terima dari abah tercinta, yang sampai sekarang masih saya simpan di hp saya (sebuah alasan juga kenapa saya begitu menyanyangi hp butut saya).

Sore hari berikutnya, saat saya di taksi dalam perjalanan sepulang konsultasi dengan dosen pembimbing saya, saya mendapat kabar kalau pagi tadi ayah sakit. Bingung dan sedih langsung merasuki pikiran saya, apakah pulang atau menyelesaikan perbaikan tugas akhir saya.

Setelah melewati pertimbangan, saya memutuskan untuk pulang dulu, menjenguk abah. Hari kedua saya di rumah, abah terlihat segar dan sehat kembali. Siapa sangka, itu tak berlangsung lama, sore harinya, saat bertayamum dan mau shalat, abah terlihat seperti tertidur nyenyak. Kami yang mengira beliau kelelahan tidak berani mengganggu. Sampai malam hari, besok paginya, abah tidak bangun-bangun juga, ternyata beliau koma.

Akhirnya kami memutuskan membawa abah ke rumah sakit (beberapa hari sebelumnya dirawat di rumah saja karena permintaan beliau sendiri). Tak sampai satu hari, saat kakak kami yang merantau paling jauh datang, abah menghembuskan nafas terakhir. Syok, itu yang pertama saya alami, karena bagaimana pun, saya yang ‘dekat’ dengan abah selama ini. Tapi bagaimana pun, saya tidak bisa juga melawan kehendak yang Maha Segalanya, saya akhirnya bisa terima dengan semuanya.

Ahhh, jadi sedih saat ingat semuanya. Yang bisa saya renungkan sekarang hanya lah bahwa kita tidak bisa menduga kapan hidup kita kan berakhir di dunia ini. Orang yang kita jumpai hari ini, belum tentu akan kita jumpai hari berikutnya. Namun, saat orang itu pergi ‘jauh’ dari kita, saya yakin dia akan tetap ‘hidup’ dalam hati kita. Apalagi orang itu adalah seseorang yang berarti dalam hidup kita.

Semoga orang-orang yang lebih dahulu menghadapNya mendapat tempat yang layak di sisiNya. Amien….

Desember November 26, 2008

Posted by nisafitri in Uncategorized.
Tags:
7 comments

Desember……

Menghitung hari tibanya waktu itu…. Waktu yang saya sendiri tidak tahu bagaimana menghadapinya nanti. Merasa bingung, senang, sedih, gembira, dsb. Saya sendiri tidak tahu mengungkapkan perasaan saya saat ini…

Mudah-mudahan semua urusan yang berkaitan dengan “waktu” itu akan beres, tanpa ada halangan apa-apa. Seperempat abad usia saya mudah-mudahan akan menjadi sesuatu yang berarti. Amien….

Welkom Bjm November 24, 2008

Posted by nisafitri in Uncategorized.
Tags:
10 comments

Akhirnya saya tiba lagi di Banjarmasin, setelah hari Sabtu kemarin pulang kampung. Besok pagi-pagi sekali saya harus berangkat lagi ke Kapuas. Ada banyak cerita selama perjalanan, karena sekarang mata saya sangat mengantuk, dan lagi menumpang dikost kakak saya ( di gebug deh kalau ketahuan belum tidur ), besok sajalah ceritanya. Adakah yang mau oleh-oleh dari saya? Tuing …

Pusing…. November 22, 2008

Posted by nisafitri in Uncategorized.
15 comments

Gubrakk….. Rasanya saya mau pingsan saja dan kabur jauh-jauh dari tempat saya berada sekarang. Kedatangan ‘seseorang’  yang tidak diundang membuat mood saya yang tadinya begitu besar untuk bekerja menjadi hilang dibawa angin….

Kenapa saya harus mendengar celotehannya yang memekakkan telinga saya dan membuat saya mau kabur saja….

Pusing……….

Senang… Senang… November 21, 2008

Posted by nisafitri in Uncategorized.
8 comments

Senang., senang…

Hari ini saya senang sekali, bukan apa-apa, setelah melewati hari yang berat, akhirnya saya bisa bernafas dengan lega. Tidak ada lagi sesuatu yang mengganggu pikiran saya. saya sudah bisa tidur dengan nyaman. Tidak perlu terbangun terus.

Beberapa hari yang lalu, kerjaan yang terus menerus tidak beres membuat saya tidak bisa tenang saat di kost. Sebenarnya maunya tidak memikirkan, tapi pikiran itu terus datang tanpa diundang. Desakan-desakan dari teman-teman yang tidak mau memahami soal ‘sistem’ yang lagi error membuat pekerjaan saya terasa dikejar-kejar, akhirnya saya cuma diam dan diam menghadapi desakan mereka. Padahal apa susahnya seh bagi mereka untuk sekedar menunggu…

Alhamdulillah, setelah ‘terlalu banyak’ merepotkan teman-teman yang berada jauh dan hanya saya kenal lewat suara, permasalahan tersebut bisa clear. Saya bisa bernafas lega dan ‘tersenyum’ kembali.

Rasa senang saya makin bertambah karena besok saya bisa pulang kampung lagi…. Padahal minggu kemarin saya juga sudah pulang kampung, tapi rasa kangen saya belum terpuaskan. Soalnya saya cuma berada sekitar dua jam di rumah, terus balik lagi, hiks..hiks….

Mudahan besok bisa bujur-bujur bulik, kada setumat-setumat lagi… Ulun handak belawas di sana, makan masakan mama wan mengurus kembang-kembang yang udah lawas kada di ngaduh.. he..

Hari ini November 19, 2008

Posted by nisafitri in curhat.
Tags:
2 comments

Memulai hari ini dengan perasaan tidak menentu……

Badan yang terasa tidak enak, kepala sakit, dan hidung yang terus menerus gatal membuat saya begitu tidak konsen menghadapi hari ini. Kenapa harus sakit pada tanggal-tanggal sibuk seperti ini???

Saya tidak bisa menyalahkan siapa-siapa karena saya tahu ini kesalahan saya sendiri. Saya terlalu memaksakan diri, padahal badan saya sudah terlalu lelah. Ditambah cuaca yang tidak menentu, membuat badan saya yang sudah tidak fit menjadi mudah terserang penyakit.

Sudah dua mingguan ini saya terus memporsir tenaga saya tanpa mengimbangi dengan makanan ynag cukup. Saya terlalu ‘asyik’ dengan pekerjaan saya. Belum lagi perjalanan-perjalanan jauh yang begitu menguras tenaga saya, akhirnya ini buah yang saya petik dari aktifitas saya yang tidak berkompromi dengan badan saya, saya ‘sakit”

Tapi hari ini, tetap saja saya ‘memaksakan diri’ untuk tetap beraktifitas seperti biasa. Tidak mungkin saya di kost sendirian, mengistirahatkan tubuh saya, bukan apa-apa, saya merasa tidak nyaman sendirian, bisa-bisa bukannya sembuh, saya malah tambah sakit.

Mencoba mengkonsumsi suplemen, saya harap badan saya bisa kembali fit seperti biasa. SEMOGA…..