Siapa Bisa Menduga November 27, 2008
Posted by nisafitri in Uncategorized.Tags: Add new tag, kejutan
trackback
Kemarin sore saya baru saja mendengar berita duka dari keluarga di kampung. Uwa yang merupakan kakak lelaki ibu saya meninggal dunia. Keterkejutan mendera hati saya, bagaimana tidak, dua minggu yang lalu saat saya pulang kampung beliau masih baik-baik saja. Bahkan beliau lah yang turut andil dalam suatu ‘urusan’ yang berart dalam hidup saya.
Saat itu, beliau sehat wal afiat, begitu gagah dan tidak terlihat sakit. Memang, beberapa hari kemudian saya sempat mendengar beliau jatuh sakit, tapi pas saya pulang kampung minggu kemarin, katanya beliau sudah sembuh.
Siapa yang bisa menduga umur manusia. Seseorang yang tadinya terlihat sehat saat ini, bukan tidak mungkin tidak akan pernah kita temui lagi beberapa waktu kemudian. Sebuah kejutan dari Yang Maha Segalanya.
Saya juga masih ingat waktu ‘abah’ tercinta meninggalkan kami beberapa tahun yang lalu. Cuma dalam hitungan hari beliau sakit, kemudian meninggalkan kami untuk selama-lamanya.
Waktu itu, sore setelah siang harinya saya seminar hasil penelitian, saya masih sempat sms-an dengan abah, bahkan sedikit berkeluh kesah tentang hasil seminar itu, yang dihadiahi dosen dengan beberapa perbaikan yang harus saya selesaikan sebelum sidang tugas akhir. “Sabar dan tawakkal,semoga berhasil, hadapi dengan usaha dan doa”, itu sms terakhir yang saya terima dari abah tercinta, yang sampai sekarang masih saya simpan di hp saya (sebuah alasan juga kenapa saya begitu menyanyangi hp butut saya).
Sore hari berikutnya, saat saya di taksi dalam perjalanan sepulang konsultasi dengan dosen pembimbing saya, saya mendapat kabar kalau pagi tadi ayah sakit. Bingung dan sedih langsung merasuki pikiran saya, apakah pulang atau menyelesaikan perbaikan tugas akhir saya.
Setelah melewati pertimbangan, saya memutuskan untuk pulang dulu, menjenguk abah. Hari kedua saya di rumah, abah terlihat segar dan sehat kembali. Siapa sangka, itu tak berlangsung lama, sore harinya, saat bertayamum dan mau shalat, abah terlihat seperti tertidur nyenyak. Kami yang mengira beliau kelelahan tidak berani mengganggu. Sampai malam hari, besok paginya, abah tidak bangun-bangun juga, ternyata beliau koma.
Akhirnya kami memutuskan membawa abah ke rumah sakit (beberapa hari sebelumnya dirawat di rumah saja karena permintaan beliau sendiri). Tak sampai satu hari, saat kakak kami yang merantau paling jauh datang, abah menghembuskan nafas terakhir. Syok, itu yang pertama saya alami, karena bagaimana pun, saya yang ‘dekat’ dengan abah selama ini. Tapi bagaimana pun, saya tidak bisa juga melawan kehendak yang Maha Segalanya, saya akhirnya bisa terima dengan semuanya.
Ahhh, jadi sedih saat ingat semuanya. Yang bisa saya renungkan sekarang hanya lah bahwa kita tidak bisa menduga kapan hidup kita kan berakhir di dunia ini. Orang yang kita jumpai hari ini, belum tentu akan kita jumpai hari berikutnya. Namun, saat orang itu pergi ‘jauh’ dari kita, saya yakin dia akan tetap ‘hidup’ dalam hati kita. Apalagi orang itu adalah seseorang yang berarti dalam hidup kita.
Semoga orang-orang yang lebih dahulu menghadapNya mendapat tempat yang layak di sisiNya. Amien….





Turut berduka cita atas kepergian Ua-nya Icha…
Semoga amal beliau diterima, khilafnya dimaafkan, dan keluarga yg ditinggalkan mendapat keikhlasan.
.
.
.
.
dan terima kasih atas kiriman Icha kemarin.
@Pakacil…
Amien…
ssssst…ssssst… jangan bilang-bilang, diam-diam saja, he
Sama-sama…. jangan jera lah….
woiii… pakacil dikirimin apa…?
lalu abangmu ini kau kasih apa…? tiap kali kau datangi abangmu ini selalu saja tanpa oleh2, lain kali kalau kau datang ke tempat abang, bawa apalah…gitu…
pahaaaaaam…!!!!!!!!!!!!!!!
eeeiiittttt….. turut berduka citalah…..
semoga di terima Allah SWT….amien…..
turut berdukacita, dan.
….
….
kapan saya dapat kiriman seperti pakacil
*ngarep plus ngiri*
@Om Yulian…
Sama Kaka aja gen lah…. Ulun takutan kena di……….
He…he
@warmorning…
kapan… kapan….. *sambil nyanyi*
Sedih kalau sudah ada yang posting dengan tema seperti ini… Jadi ingat banyak sekali keterbatasan yang kita punya…
Eh, eh.. tapi itu Pakacil dapat apa??? Saya ko ga kebagian??? *melotot seluas-luasnya*
@mansup…
ada deh…. rahasia perusahaan. Kalau dibongkar bisa-bisa saya dipenggal (kabur)……
keduluan Icha posting … he he he
@mansup mau oleh²??? geleng² kepala
saya juga turut berduka cita mbak,
manusia hanya bisa berencana, yang memutuskan tetap Allah
saya turut berduka cita atas kepergian Uwa nya icha…..
semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT…
hiks…
hiks…
kok jadi ikutan seduh ya……
eits….saia kok gak dapat kiriman seperti pakacil ???
Assalamualaikum Wr.Wb,
To : Icha salam kenal
Sabar ya saudariku hehehe, nikmat, musibah, rizki dan lain lain sampai setetes air yang masuk ke tubuh kita itu hanya Allah yang menghendaki, kita sebagai ummat tidak pernah tahu. kita doakan semoga amal ibadahnya semasa hidup di terima Allah SWT Amiii..
Salam
M. Nur Ikhsan
@enggink, agushw, & Ikhsan…
terima kasih banyak….. ga bisa bilang apa-apa lgi
copy comment bowo aja :
saya turut berduka cita atas kepergian Uwa nya icha…..
semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT…hiks…
hiks…kok jadi ikutan sedih ya……
eits….saia kok gak dapat kiriman seperti pakacil ???